Laporkan Penyalahgunaan

The Magazine

Facebook

Tags

Random Posts

Recent Comments

Recent Posts

Latest in Tech

Popular Posts

Bagaimana Kita Bisa Memahami Allah yang Tidak Kelihatan?

Posting Komentar

 Salah satu hakikat Allah adalah Allah itu Roh, karena Ia adalah Roh itu berarti Allah tidak dapat kita lihat secara kasat mata dengan mata kepala kita .

Selain Allah itu Roh, Allah disebut juga sebagai Allah yang transenden. 

Transenden artinya Allah itu diluar jangkauan kemampuan manusia, terpisah dari ciptaan-Nya sebagai pribadi yang berdaulat dan bebas yang tidak dikungkung oleh alam semesta ini, sebab Dia adalah pribadi yang tak terbatas.

Memahami Allah sebagai sang pencipta alam semesta ini dan juga yang telah menciptakan manusia memanglah mustahil.

Bagaimana mungkin manusia sebagai makhluk ciptaan yang sangat terbatas hendak memahami Allah sebagai pencipta yang tidak terbatas hal itu sangat tidak mungkin, otak manusia terlalu kecil untuk bisa mengerti dan memahami Allah.

Bagaimana menemukan Allah

Jika demikian apakah manusia berarti sama sekali tidak mungkin dapat mengenal dan memahami Allah? 

Tentu tidak sebab Allah bukan hanya disebut sebagai transenden, tetapi Allah juga disebut Allah yang imanen artinya Allah itu dapat dijangkau atau dikenal oleh manusia sebab Dia tidak lepas dari ciptaan-Nya kuasa dan kehadiran-Nya dapat dialami oleh manusia dan ciptaan-Nya.

1 . Wahyu atau penyataan Allah sebagai landasan manusia mengenal Allah.

Untuk manusia dapat mengenal Allah maka Ia harus menyingkapkan atau menyatakan diri-Nya kepada manusia.

Sehingga pengenalan manusia terhadap Allah didasarkan pada Wahyu Allah sendiri.

Terdapat dua Wahyu Allah dalam penyataan diri-Nya kepada manusia: 

1.1. Wahyu umum

Wahyu Allah secara umum ini dapat kita kenali lewat alam semesta yang luas ini.

Dibalik alam semesta itu nampak kekuatan dan kuasa dari Sang Kreator yang maha dahsyat (Mzm 19:1-3).

TB Rm 1:19-20: "Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih." 

Lewat Wahyu umum Allah ini sebenarnya sudah cukup untuk mematahkan kekerasan hati manusia yang tidak mengakui adanya Allah (ateis).

1.2. Wahyu khusus

Wahyu umum membawa manusia pada kesadaran bahwa Allah itu ada, namun Wahyu umum ini belum cukup untuk manusia mengenal secara tepat siapa Allah yang telah menciptakan alam semesta itu.

Untuk itu diperlukan Wahyu khusus yaitu Yesus Kristus yang adalah firman yang menjadi manusia dan Alkitab sebagai firman yang tertulis (Ibr 1:1-2).

TB Yoh 1:18: "Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya."

Allah tidak dilihat dengan mata kepala manusia sebab Dia adalah Roh, tetapi melalui Yesus Kristus manusia dapat melihat Allah sebab Dia adalah penyataan Allah yang tidak terlihat itu.

2 . Argumentasi filosofis untuk membuktikan keberadaan Allah.

Argumen-argumen berikut ini adalah suatu pijakan berpikir secara rasional ataupun filosofis untuk manusia membuktikan bahwa Allah itu ada.

2.1. argumentasi kosmologis

Kosmologis berarti berhubungan dengan kosmos atau alam semesta. 

Segala sesuatu menjadi ada karena pasti ada penyebab pertama, ia tidak ada dengan sendirinya, begitu juga dengan alam semesta ini.

2.2. argumentasi teleologis.

Keteraturan yang terjadi di jagad raya ini tidak mungkin terjadi dengan sendirinya.

Pasti ada kreator yang mengendalikan dan menjaga keteraturan tersebut Dia itulah Allah.

2.3 argumentasi Moral

Adanya kesadaran antara benar dan salah yang dimiliki secara umum oleh manusia dari belahan bumi manapun menunjukkan adanya sang pembuat hukum itu.

TB Yak 4:12a: "Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan..."

2.4 Argumentasi Ontologis

Manusia mempunyai ide dan kesadaran tentang adanya kesempurnaan mutlak. 

Tentu yang memiliki kesempurnaan mutlak hanyalah Allah.

Semua penalaran logika diatas adalah sebuah pendekatan untuk membuktikan keberadaan Allah. 

Tentu Allah ada bukan bergantung pada argumentasi-argumentasi tersebut. Allah ada karena Dia ada sejak mulanya.

Keluaran 3:14 (BIMK) Kata Allah, "Aku adalah AKU ADA. Inilah yang harus kaukatakan kepada bangsa Israel, Dia yang disebut AKU ADA, sudah mengutus saya kepada kamu.

3 . Penutup

Tentunya tidak cukup bagi kita hanya mengetahui bahwa Allah ada. 

Pengetahuan itu harusnya mengantar kita untuk kita akhirnya mengenal dan menemukan pribadi Allah sendiri. 

Sebab walaupun Allah itu tak terpahami dan tak terjangkau oleh logika kita, namun Allah yang sama itu juga adalah Allah yang mau diri-Nya dikenal oleh manusia.

Sehingga akhirnya manusia itu dapat membangun relasi yang indah dengan Allah dan bejalan dengan Allah sepanjang masa hidupnya di dunia ini sampai akhir menutup mata.

Kiranya mencerahkan.

Lebih baru Terlama

Related Posts

Posting Komentar