Laporkan Penyalahgunaan

The Magazine

Facebook

Tags

Random Posts

Recent Comments

Recent Posts

Latest in Tech

Popular Posts

Makhluk yang Serupa dan Segambar Dengan Allah

Posting Komentar

Manusia adalah satu-satunya ciptaan yang diciptakan Allah serupa dan segambar dengan Allah.

Istilah serupa dan segambar dengan Allah ini jelas memiliki makna yang sangat dalam sekaligus hal itu menunjukkan keistimewaan manusia dengan ciptaan yang lainnya.

Serupa dan segambar

Firman Tuhan yang menjelaskan tentang hal ini terdapat dalam,

TB Kej 1:26-27: "Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka."

Bagaimana kita memaknai kebenaran ini, bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah?

1. Manusia adalah representasi atau perwakilan dari Allah di dalam dunia ini.

Dengan ini dimaksudkan bahwa melalui mereka Allah akan memerintah dunia (perhatikan Kej 1:26, mereka diciptakan Allah untuk berkuasa atas segala sesuatu yang telah diciptakan Allah).

Mereka harus melaksanakan tugas tersebut sesuai dengan petunjuk dan caranya Allah sendiri.

Sehingga pada akhirnya terpeliharalah keteraturan dan kesejahteraan diseluruh alam semesta ini.

Akan tetapi manusia pertama gagal menggenapkan maksud Allah menciptakan mereka.

Maka selanjutnya kita menemukan di Perjanjian Baru bahwa Anak Tunggal Allah yaitu Yesus Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan (Kol 1:15; Yoh 1:18).

Dan Yesus Kristus berhasil menggenapkan dalam diri-Nya apa yang menjadi kehendak Allah Bapa melalui ketaatan kepada Bapa bahkan taat sampai mati di kayu salib (Flp 2:8-9).

Hal itu juga nampak jelas dalam pernyataan Kristus ketika Yohanes Pembaptis enggan untuk membaptis Yesus.

Yesus berkata bahwa; sepatutnyalah kita menggenapkan seluruh kehendak Allah (Mat 3:15).

Jadi kegagalan Adam pertama telah ditanggung dan diselesaikan oleh Adam yang terakhir yaitu Yesus Kristus.

Dimana kehidupan Yesus adalah sepenuhnya untuk menaati dan menggenapi seluruh kehendak Allah.

Dan kemenangan Kristus ini menjadi jalan bagi setiap orang agar dapat meneladani kehidupan Yesus.

Sehingga kita semua akan dapat merepresentasikan Allah yang tidak kelihatan.

2. Manusia ditempatkan Allah pada posisi yang sangat tinggi dan istimewa diantara ciptaan Nya.

Manusia di mahkotai dengan kemuliaan dan hormat. Manusia itu dilengkapi dengan keindahan, kehormatan, keagungan dan juga kecerdasan(Mzm 8:5-7). 

Maka pertama yang dilakukan manusia adalah memberikan nama kepada binatang dan burung di udara, hal ini menunjukkan tingkat kecerdasan manusia yang melebihi binatang dan ciptaan Allah yang lainnya Kej 2:19.

Manusia bukan hanya lebih istimewa dan lebih tinggi dari semua binatang dan ciptaan-Nya yang lain yang ada dimuka bumi ini.

Namun manusia bahkan lebih tinggi dari para malaikat yang juga adalah ciptaan Allah, sebab Allah bukan hanya menciptakan hal-hal yang kelihatan oleh mata manusia.

Tetapi Allah juga menciptakan hal-hal yang tidak kelihatan oleh mata manusia.

TB Kol 1:16: "karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia." 

Apa yang membuat manusia itu lebih tinggi dari malaikat-malaikat;

a. Ketika malaikat jatuh kedalam dosa mereka dibuang ke neraka dan tidak ditebus (2Pet 2:4; Yud 1:6)

b. Yesus Kristus mati di kayu salib untuk menebus manusia yang telah jatuh kedalam dosa (Ibr 2:14-16)

c. Orang percaya akan menghakimi para malaikat (1Kor 6:3)

d. Malaikat adalah pesuruh yang diutus Allah untuk melayani orang-orang yang diselamatkan (Ibr 1:14).

3.Manusia adalah makhluk yang memiliki kehendak bebas dan berdaulat.

Konsekuensi dari diciptakan menurut rupa dan gambar Allah maka sebagaimana Allah adalah Allah yang memiliki kehendak bebas maka manusiapun memiliki kehendak bebas.

Hal itu bukan berarti manusia memiliki kesetaraan dengan Allah.

Namun manusia memiliki unsur-unsur yang juga ada pada diri Allah.

Karena itu manusia mampu membuat pilihan atas apa yang ingin dilakukan. 

Setiap pilihan akan ada konsekuensinya.

Setiap pilihan dan keputusan manusia bukan hanya berdampak pada hal-hal yang ada di dunia ini.

Namun setiap keputusan manusia akan menentukan nasib kekalnya kelak, apakah ia akan diam bersama dengan Tuhan di kekekalan ataukah terpisah dari hadirat Allah yang kudus.

Itulah sebabnya manusia nantinya harus mempertanggung jawabkan seluruh perbuatannya dihadapan Tuhan

TB Rm 14:12: "Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah."

Itulah makna yang dapat kita pelajari lewat penciptaan manusia menurut rupa dan gambar Allah.

Bahwa selain manusia ditempatkan dalam derajat yang tinggi namun sekaligus juga manusia adalah makhluk yang beresiko jikalau ia gagal menentukan pilihan-pilihan dalam hidup ini.

Kiranya mencerahkan.

Related Posts

Posting Komentar